Jangan Cepat Kepincut Pasang Iklan CPM, Pahami Dulu Kriterianya

Program CPM (cost per million) adalah salah satu bisni online yang banyak digandrungi oleh website ber page views besar. Program CPM ini akan membayar publisher berdasarkan pada per-seribu kali tayang dengan harga (cost) tertentu.

Jenis iklan yang ditawarkan pun bermacam-macam, seperti iklan banner biasa, link, video dan pop up, baik untuk device desktop dan mobile. Hal yang menarik dari mengikuti program CPM yaitu iklan yang tayang tidak butuh klik untuk mendapat bayaran, namun terkadang action klik iklan dapat menunjang tinggi rendahnya nilai dari iklan yang ditayangkan.

Hitung-hitungannya sangat mudah, jika iklan CPM ini juga mendapat banyak klik, berarti antara website dan iklan yang tayang sesuai antara satu sama lain, dengan begitu nilai bayaran dari iklan pun meningkat dengan sendirinya.

Artikel menarik: 7 Cara Mendapatkan Uang dari Internet

Namun, sebagai seorang publisher tentu tidak ingin cepat-cepat tergiur dengan apa yang ditawarkan oleh developer pemberi jasa CPM ini. Sebab, perilu kita ketahui bersama, bahwa tidak semua program CPM itu berjalan sesuai dengan hitung-hitungan kita sebelumnya, meskipun bayaran pertayangnya yang lumayan tinggi.

Jangan Cepat Kepincut Pasang Iklan CPM, Pahami Dulu Kriterianya

Sebelum mengikuti program CPM, alangkah baiknya anda menguji kriterianya terlebih dahulu dengan poin-poin berikut ini.

Kriteria yang harus diperhatikan sebelum mengikuti program CPM

1. Nilai maksmium dan minimum CPM

Tidak hanya bayaran tertinggi saja yang dilihat, nilai terendahnya juga harus kita perhatikan sebelum akhirnya bergabung dengan program CPM tertentu.

2. Statistik kampanye iklan

Memlih program CPM dengan penampakan iklan lebih dinamis adalah hal yang harus diutamakan, hal ini untuk mendongkrat nilai dari iklan tersebut, agar lebih user friendly.

Sebab, masing-masing iklan itu mempunyai nilai yang berbeda-beda, jika iklan yang ditampilkan itu-itu saja alias statis, maka penghasilan juga begitu-begitu saja, lebih-lebih jika iklan tersebut mempunyai nilai yang rendah.

Selain itu, semakin banyak iklan yang ditampilkan berarti program CPM tersebut mempunyai jaringan yang luas dan diminati oleh banyak brand atau advertiser.

3. Penerimaan traffic dari berbagai Negara

Hal yang perlu dinilai selanjutnya adalah penerimaan traffic oleh program CPM tersebut dari berbagai Negara, artinya tidak ada pencekalan terhadap Negara tertentu.

Sebab, banyak juga program CPM yang membayar dengan nilai tinggi namun terbatas pada Negara-negara tertentu.

4. Fill rate

Fill rate ini berhubungan dengan impresi pagevies yang terjadi dalam sebuah website atau blog. Sebelum benar-benar memutuskan bergabung dengan program CPM tertentu, pastikan program tersebut mempunyai 100% fill rate.

Jika 100% fill rate, berarti seluruh impresi pageviews di website anda akan di bayar. Entah itu dari unic visitors atau reborn visitors, jika hanya menghitung impresi dari unic visitors (pengunjung yang langsung datang dari mesin pencari) tidak menjadi masalah yang berarti.

Baca juga: Cara Meningkatkan Pengunjung dari Mesin Pencari

Namun, alangkah lebih baiknya program CPM tersebut menghitung juga impresi dari reborn visitors. Meskipun kenyataanya sangat jarang yang menggunakan system ini.

Biasanya fill rate ini berhubungan juga dengan pemberian ‘jatah’ terhadapa impresi pageviews website. Meskipun jumlah pageviews website atau blog anda 10.000 pageviews perhari, jika pihak program CPM hanya memberi jatah 2000 pageviews saja untuk setiap website setiap harinya, maka hanya dari 2000 pageviews itu pula pendapatan anda setiap harinya.

5. Testimoni

Satu blog/website tidak cukup membuktikan bahwa program CPM tertentu legit atau tidak. Oleh karena itu, anda harus banyak browsing terkait program CPM yang ingin diikuti, yaitu mencari tahu review blogger lainnya.

6. Iklan bebas virus dan malware

Sebagai seorang publisher kita harus waspada terhadap penayangan iklan dari program CPM atau apapun itu yang kita ikuti, untuk menghindari hal-hal yang tidak baik, pastikan terlebih dahulu apakah iklan yang akan ditayangkan ini membawa virus dan malware atau tidak.

7. Minimal payout dan waktu pembayaran

Selain memastikan program tersebut benar-benar legit dan iklannya aman, kita juga harus mengetahui berapa minimal payout dan waktu pembayaran dari program CPM tersebut.

Jika trafik blog anda tinggi, mungkin hal ini tidak terlalu penting. Hanya saja waktu pembayarannya harus benar-benar diketahui, apakah flat dengan net tertentu atau berpatokan pada minimum payout yang ditentukan.

8. Metode pembayaran

Pastikan anda mempunyai akun dari metode pembayaran yang ditawarkan, jika tidak punya, maka carilah alternative program CPM lainnya.

9. Internet marketing dari program CPM

Kesuksesan dari startup program CPM tidak lepas dari perannya dalam memasarkan secara online. Tidak hanya mengundang para publisher, keaktifan dalam internet marketing juga akan meningkatkan minat brand atau usaha apa saja sebagai advertiser.

Jika melihat beberapa program bisnis online macam CPC, CPM dan lain-lain aktif berpromosi di media social, berarti program tersebut benar-benar serius dan dapat dipastikan mempunya banyak advertiser.

10. Bisa dipasangkan dengan Google Adsense

Terakhir, hal yang tak kalah pentingnya adalah bisa berbarengan tayang dengan iklan adsense. Hal ini sangat penting untuk anda yang sebelumnya telah aktif menjadi publisher di google adsense.

Artikel terkait: Anonymous Ads Alternatif Google Adsense

Namun, jika anda tidak tertarik dengan google adsense, maka abaikan saja poin ini, toh banyak juga blogger yang sukses tanpa google adsense.

Advertisement